Peluang Bisnis Menguntungkan Usaha Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) di Kalimantan Selatan



Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan (Dishut Kalsel) bekerja sama dengan GGGI mengadakan pengembangan kapasitas “Membangun Bisnis Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) yang Menguntungkan” pada 20-23 September 2022 di Banjar Baru, Kalimantan Selatan.

 

Kegiatan ini diadakan untuk meningkatkan pemanfaatan HHBK dan membekali para anggota Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS). Acara ini dihadiri oleh penyuluh serta masyarakat/KUPS dari Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Cantung, KPH Tabalong, dan KPH Balangan.

 

Berdasarkan PP No. 23 tahun 2021, kegiatan pemanfaatan HHBK merupakan salah satu cara yang efektif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menekan laju deforestasi. Pemanfaatan HHBK dapat dilakukan melalui berbagai bentuk usaha, seperti pemanfaatan kawasan, pemanfaatan HHBK itu sendiri, pemanfaatan jasa lingkungan, atau multiusaha kehutanan untuk mengoptimalkan potensi kawasan hutan pada hutan lindung dan hutan produksi.

 

Peserta kegiatan ini mendapatkan pengetahuan dan keterampilan terkait aspek usaha, informasi pasar, pemasaran, serta pengelolaan organisasi kelompok. Hal ini dapat membantu pengembangan usaha HHBK yang maju dan berkelanjutan. Selain itu, peserta juga diperkenalkan dengan Fasilitas Dana Bergulir untuk usaha tani hutan melalui sesi yang dipimpin oleh narasumber dari Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH). Acara diakhiri dengan praktik pitching dari petani dan penyuluh mengenai rencana pengembangan usaha mereka guna mendapatkan pendanaan Dana Bergulir BPDLH atau pinjaman dari pihak lain.

 

Peningkatan kapasitas pengelola KPH dan KUPS akan memperkuat kemampuan mereka dalam mempromosikan solusi dan konsep inovatif untuk menyusun rantai nilai berkelanjutan bagi produk HHBK. Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Penyuluhan, dan Perhutanan Sosial Kalsel, I Gede Arya Subhkati, mengungkapkan bahwa Dishut Kalsel sedang mendorong Program Kolaborasi Pembiayaan Multipihak untuk mengatasi hambatan usaha dan mengubahnya menjadi peluang bisnis. Dishut Kalsel berharap setidaknya ada satu atau dua jenis produk unggulan yang menjadi potensi bisnis HHBK dari Kalimantan Selatan. Oleh karena itu, I Gede Arya Subhkati menyambut baik dukungan GGGI melalui pelatihan ini, yang dapat meningkatkan pengetahuan dan motivasi usaha perhutanan sosial serta memperkenalkan Dana Bergulir sebagai opsi pendanaan yang dapat diakses oleh KUPS untuk mengembangkan usahanya.