Pameran Virtual Program Kampung Iklim: Upaya dan Komitmen di Tingkat Tapak



Pentingnya meningkatkan kesadaran masyarakat akan aksi mitigasi dan adaptasi di tingkat tapak untuk menanggulangi berbagai tantangan perubahan iklim menjadi semakin nyata di tengah pandemi COVID-19 yang melanda dunia sejak awal 2020 lalu.

 

Beberapa kawasan dan juga komunitas di tingkat tapak di Indonesia telah memulai upaya ini sejak sebelum pandemi. Kini saatnya mereka tampil untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman yang diharapkan bisa mengajak lebih banyak kawasan dan komunitas di tingkat tapak untuk turut terlibat dan berkontribusi nyata terhadap upaya merealisasikan Indonesia yang berketahanan iklim.

 

Untuk itu, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengadakan pameran virtual bertajuk “ProKlim (Program Kampung Iklim): Gaya Hidup Berkelanjutan di Tingkat Tapak – Solusi Di Tengah Pandemi Covid-19” dengan dukungan Global Green Growth Institute (GGGI). Acara yang diadakan pada Kamis, 17 Juni 2021 ini dihadiri oleh 500 peserta dan diselenggarakan dalam rangka merayakan Hari Lingkungan Hidup Sedunia serta bertujuan untuk memperlihatkan sejumlah upaya dan aksi iklim yang telah diterapkan oleh berbagai wilayah di tanah air melalui ProKlim.

 

Pada pameran virtual ini, peserta diajak untuk mengenali dan mengikuti aksi-aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim yang sudah dilakukan rukun warga (RW), desa dan kelurahan percontohan dengan pendampingan Balai Pengendalian Perubahan Iklim-Kebakaran Hutan dan Lahan (PPI-KHL) di lima wilayah di Indonesia.

 

Pelaksanaan ProKlim didasari oleh Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 84 Tahun 2016 (Permen LHK No. 84/2016) tentang Program Kampung Iklim. Berdasarkan peraturan tersebut, ProKlim dikembangkan dan dilaksanakan pada wilayah administratif paling rendah setingkat RW atau dusun dan paling tinggi setingkat kelurahan atau desa.  ProKlim sendiri merupakan bentuk aksi nyata untuk berkontribusi dalam pelaksanaan komitmen iklim Indonesia di ajang internasional, yakni Ketetapan Kontribusi Nasional (Nationally Determined Contributions/NDC).

 

Salah satu aksi adaptasi perubahan iklim untuk mengembangkan ketahanan pangan yang ditampilkan dalam pameran ini adalah pengembangan perkebunan mandiri yang ramah lingkungan, yaitu pertanian sayuran dan obat-obatan yang memanfaatkan lahan tidur, pekarangan rumah daratan dan di atas laut yang dicontohkan oleh warga di Kelurahan Kampung Bugis, Kota Tanjung Pinang, Provinsi Riau dan juga di RW. 23 Kelurahan Purwantoro, Kota Malang, Provinsi Jawa Timur. Kemudian, di Desa Salassae, Kabupaten Bulukumba, Provinsi Sulawesi Selatan, warga mengantisipasi kekeringan, banjir dan longsor dengan pembuatan embung, terasering, penampungan air hujan, serta penggalian lubang biopori dan rorak.

 

Sedangkan untuk aksi mitigasi, salah satu contoh pelaksanaan ProKlim terkait energi adalah di Desa Mensiau, Kabupaten Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat, di mana warganya memanfaatkan panel surya untuk kebutuhan listrik mereka. Sementara di Provinsi Kalimantan Timur, ProKlim-Mitigasi merupakan salah satu entitas yang menerima pembayaran berbasis kinerja dari program Forest Carbon Partnership Facility – Carbon Fund (FCPF-CF). Peserta juga diajak mengenali upaya pengelolaan sampah, limbah padat dan cair di Kampung Margorukun, Kabupaten Manokwari Selatan, Provinsi Papua Barat.

 

Melalui pameran virtual ini, masyarakat umum diharapkan ikut serta dan mengajak lingkungannya berkontribusi dengan melakukan aksi-aksi nyata yang dapat mendukung pencapaian target-target NDC Indonesia di tingkat tapak sebagaimana dilakukan oleh lima wilayah ProKlim tersebut.