Kunjungan Anggota Parlemen Norwegia ke Kalimantan Timur



Untuk mendukung tata kelola hutan menuju pembangunan lanskap berkelanjutan di Kalimantan Timur, Komite Tetap Parlemen Norwegia untuk Urusan Luar Negeri dan Pertahanan, bersama Duta Besar Norwegia untuk Indonesia berkunjung ke Kalimantan Timur pada 23-24 Januari 2020.

 

Dalam rangka memperingati 70 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Norwegia, kunjungan ini bertujuan untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang Indonesia dan bidang-bidang utama yang penting dalam kerja sama bilateral antara kedua negara. Terkait Kalimantan Timur, delegasi Norwegia ingin memahami proyek-proyek iklim dan hutan yang didanai oleh Norway’s International Climate Forest Initiative (NICFI). GGGI Indonesia, sebagai mitra pembangunan yang mendukung Pemerintah Indonesia dalam mengimplementasikan agenda REDD+ dengan dukungan dana dari NICFI melalui Program Pertumbuhan Hijau Pemerintah Indonesia dan GGGI, memfasilitasi kunjungan dua hari para anggota Parlemen dan Duta Besar Norwegia ini ke Provinsi Kalimantan Timur.

 

Mengawali kunjungan, delegasi Norwegia berdiskusi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dalam pertemuan sarapan pagi pada 23 Januari. Delapan anggota parlemen yang dipimpin oleh Ibu Anniken Huitfeldt sebagai Ketua Komite, serta Bapak Vegard Kaale, Duta Besar Norwegia untuk Indonesia dan staf kedutaan disambut oleh Gubernur Kalimantan Timur Bapak Isran Noor. Turut mendampingi Bapak Gubernur adalah Direktur Jenderal Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Bapak Dr. Ir. Ruandha Agung Sugardiman M.Sc., Direktur Pencegahan Dampak Lingkungan Kebijakan Wilayah dan Sektor KLHK Bapak Dr. Erik Teguh Primiantoro, Walikota Balikpapan Bapak HM. Rizal Effendi, Sekretaris Kutai Kartanegara Bapak Sunggono, Ketua Harian Dewan Daerah untuk Perubahan Iklim Bapak Dr. Daddy Ruhiyat, dan pejabat terkait dari pemerintah provinsi.

 

Pertemuan tersebut bertujuan untuk memberikan gambaran umum tentang provinsi dan visinya untuk pembangunan hijau dan berkelanjutan, serta rencana pemerintah untuk membangun ibukota negara (IKN) hijau di provinsi tersebut. Bapak Gubernur mempresentasikan pembangunan rendah karbon Kalimantan Timur dan rencana Indonesia dalam pengembangan IKN baru, serta komitmen dan upaya provinsi yang berkelanjutan dalam melindungi lingkungan dan hutan. Pada kesempatan ini, Bapak Ruandha mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Norwegia atas dukungannya terhadap program REDD+ di Indonesia untuk mengatasi deforestasi dan degradasi hutan. Kolaborasi Norwegia-Indonesia telah berjalan selama 10 tahun sejak pertama kali ditandatangani pada 26 Mei 2010 dan Kalimantan Timur merupakan mitra penting dalam kerja sama kedua negara. Sejak itu, program REDD+ Indonesia telah mengalami kemajuan dan mencapai beberapa tonggak penting termasuk penerbitan kebijakan REDD+ dan peraturan pendanaan, dan instrumen terkait kebijakan seperti FREL dan Safeguard.

 

Delegasi tersebut, didampingi oleh Bapak Ruandha dan Country Representative GGGI Indonesia Marcel Silvius, melanjutkan kunjungan ke beberapa lokasi yang memberikan gambaran umum dari kegiatan yang berkontribusi pada program pengurangan emisi provinsi termasuk lokasi konservasi hutan, perlindungan hutan, konservasi orangutan, dan perkebunan kecil yang berkelanjutan di Kalimantan Timur.

 

Kunjungan pertama ke Kawasan Wisata Pendidikan Lingkungan—dikenal sebagai Pusat Beruang Madu—yakni fasilitas pendidikan lingkungan yang terletak 23 km di utara Balikpapan, memberi informasi tentang flora dan fauna endemik Kalimantan Timur. Delegasi juga bertemu dengan tim Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Bongan dan para petani lokal, dan berdiskusi tentang keterlibatan masyarakat lokal dalam program kehutanan sosial.

 

Di Samboja Lestari, pusat rehabilitasi orangutan dijalankan dan dikelola oleh Yayasan Penyelamatan Orangutan Borneo (Yayasan BOS), para anggota parlemen mempelajari upaya konservasi orangutan dan habitatnya. Yayasan BOS adalah mitra KLHK dan juga bekerja sama dengan masyarakat lokal dan bermitra dengan organisasi-organisasi internasional.

 

Sebelum meninggalkan Kalimantan Timur pada 24 Januari, delegasi mengunjungi perkebunan kelapa sawit berbasis masyarakat untuk bertemu dengan komunitas petani kecil. Dinas Perkebunan Provinsi menyambut delegasi ini dan memimpin diskusi interaktif tentang pengembangan perkebunan kelapa sawit berkelanjutan di Kalimantan Timur, manfaat dan tantangannya, serta keterlibatan masyarakat lokal.

 

Di akhir kunjungan, Duta Besar Vegard Kaale menyatakan bahwa delegasi Norwegia sangat berterima kasih atas sambutan hangat dan program selama kunjungan, termasuk pertemuan yang sangat baik dengan Gubernur dan timnya, dan berterima kasih kepada semua pihak yang telah mempersiapkan kunjungan mereka ke Kalimantan Timur. Delegasi merasa bahwa komitmen tinggi dan beragam kegiatan yang telah dilakukan di lapangan membuktikan keseriusan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan Pemerintah Indonesia untuk mengurangi emisi di sektor kehutanan dan penggunaan lahan.