Kalimantan Timur Meningkatkan Kapasitas KPH



Kaltim meningkatkan kapasitas Kesatuan Pengelola Hutan (KHP). Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Timur sebagai institusi utama melalui KPH Center yang baru diresmikan dengan berkolaborasi dengan berbagai organisasi mitra pembangunan lainnya mendesain dan memfasilitasi serangkaian kegiatan peningkatan kapasitas yang diperuntukan bagi 21 KPH di Provinsi Kaltim yang rencananya dimulai dari Agustus 2018 sampai ke tahun 2019.

 

Pelatihan Perubahan Pola Pikir dan Dasar-Dasar Rencana Bisnis yang berorientasi pada Pengurangan Emisi diselenggarakan di Samarinda pada tanggal 1-2 Agustus 2018, dilanjutkan dengan Lokakarya Pembelajaran Aksi Terintegrasi bagi KPH di Kaltim dengan tema utama Pengembangan dan Aplikasi Rencana Bisnis Strategis yang berorientasi pada Pengurangan Emisi pada 27-29 Agustus 2018. Kegiatan ini adalah bagian dari tiga tahap rangkaian Lokakarya Pembelajaran Aksi: (1) Pengembangan Konsep dan Strategi yang dilaksanakan pada Juli – Desember 2018; (2) Perencanaan Aksi dan Kegiatan pada Januari – Juni 2019; dan (3) Persiapan Pelaksanaan pada Juli – Oktober 2019.

 

Rangkaian lokakarya ini bertujuan untuk menyediakan bantuan teknis dan peningkatan kapasitas guna menyediakan masukan bagi Rencana Pengelolaan Hutan Jangka Panjang (RPHJP) dan untuk mengidentifikasi kesempatan bisnis dengan menggunakan analisa strategis dan menerjemahkannya menjadi rencana bisnis operasional. Prinsip-prinsip utama rencana bisnis adalah pengelolaan sumber daya alam yang lestari yang mampu menghasilkan pendapatan daerah dan berkontribusi pada sumber pendanaan mandiri untuk KPH sekaligus dapat mengurangi emisi GRK dari deforestasi dan degradasi hutan serta berkontribusi pula bagi Master Plan Ekonomi Hijau Provinsi.

 

Dinas Kehutanan Provinsi Kaltim yang diwakili oleh Ir. H. Duratma Momo, Kepala Bagian Perlindungan dan Konservasi Sumberdaya Alam Ekosistem, dalam acara Pembukaan Lokakarya Pembelajaran Aksi Intergrasi pada tanggal 27 Agustus 2018 yang lalu, menghimbau semua KPH dan organisasi mitra pembangunan di Kaltim untuk berkolaborasi erat, “agar KPH sebagai garis depan pelaksana pengelolaan hutan mampu untuk menjalankan tugas mereka dan mencapai target. Pelatihan dan lokakarya ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas KPH untuk merencanakan dan memformulasikan rencana bisnis untuk dikembangkan di masa datang dan untuk mengelola hutan dengan cara yang lestari sehingga berkontribusi pada pengurangan emisi. Lebih jauh, KPH Kaltim mampu untuk mengelola potensi-potensi mereka dalam komoditas dan bisnis dengan cara yang jauh lebih baik.”

 

Peningkatan kapasitas ini adalah bagian dari program Enabling REDD-Oriented Forest Management and Investment (EROFM) di Kaltim, Indonesia yang didukung oleh Global Green Growth Institute (GGGI). GGGI secara aktif menyediakan bantuan teknis dan peningkatan kapasitas bagi KPH Kaltim mengembangkan Rencana Bisnis Strategis mereka.