GGGI-Indonesia Gulirkan Fase II Guna Dorong Pertumbuhan Investasi Hijau



Jakarta, 1 September 2016 – Global Green Growth Institute (GGGI), berkolaborasi dengan pemerintah Indonesia pada Rabu (31/08) meluncurkan Fase II dari Program Pertumbuhan Ekonomi Hijau (Green Growth Program – GGP).

 

GGGI adalah organisasi antarpemerintah yang bertujuan mendukung upaya Indonesia menuju pertumbuhan ekonomi hijau. GGP berfokus pada pertumbuhan ekonomi hijau dimulai dari tahap perencanaan demi mendukung aktifitas-aktifias yang mampu menarik investasi di bidang energi, infrastruktur hijau dalam Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), serta mitigasi penggunaan hutan dan lahan.

 

“Peluncuran Fase II pada hari ini merupakan bukti keberhasilan penerapan GGP di Indonesia, sekaligus menegaskan komitmen para pemangku kepentingan untuk memastikan pembangunan inklusif dan berkelanjutan untuk semua sektor di Indonesia,” kata Direktur Jenderal GGGI, Yvo de Boer.

 

Program tiga tahunan ini melanjutkan kesuksesan Fase I yang mampu menyelaraskan konsep pertumbuhan ekonomi hijau ke dalam kerangka kerja perencanaan pembangunan Indonesia melalui adopsi Roadmap Pertumbuhan Hijau Nasional. Fase I juga menciptakan instrumen penilaian investasi, serta meningkatkan kapasitas para pemangku kepentingan di sektor kehutanan, penggunaan lahan, dan energi.

 

“Rencana pembangunan nasional kita selama tiga tahun ke depan menempatkan investasi hijau sebagai prioritas dalam berbagai sektor bisnis, termasuk investasi di bidang energi bersih, infrastruktur tahan cuaca, kehutanan dan perikanan yang berkelanjutan, ekowisata, serta kota pintar,” ujar Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Prof. Dr. Bambang P.S Brodjonegoro. Beliau menambahkan, Fase II akan berkontribusi dalam membantu meraih target-target tersebut sekaligus menempatkan Indonesia sebagai pemain utama pertumbuhan ekonomi hijau di ASEAN.

 

Partisipasi Indonesia
Hubungan antara Indonesia dengan GGGI dimulai pada 2013 dimana Indonesia merupakan salah satu penggagas dari pembentukan organisasi dengan keanggotaan 27 negara tersebut. Melalui GGP Fase I di 2013, GGGI telah mendukung Pemerintah Indonesia di berbagai tingkatan untuk mengembangkan dan mengimplementasikan rencana pertumbuhan ekonomi hijau lintas sektor – membantu pemerintah untuk mengadopsi pendekatan sistematis demi meningkatkan investasi hijau.

 

Adapun Fase II menggelontorkan investasi sebesar US$18,5 juta dalam bentuk konsultasi keahlian teknis bagi pemerintah maupun para pemangku kepentingan di Indonesia, yang sepenuhnya ditanggung oleh Pemerintah Norwegia.

 

“Banyak pihak memprediksi akan adanya perubahan besar dalam ekonomi dunia di tahun 2030. Melalui kerjasama ini, kami berharap akan mampu menginisiasi, membangun dan memperkuat semua komponen di negara ini; pemerintah, masyarakat, kelompok madani dan sektor swasta, untuk mendukung peran kepemimpinan Indonesia dalam membuat transisi hijau di tataran ekonomi global pada tahun 2030.” kata Duta Besar Norwegia untuk Indonesia Stig Traavik.