Fase Ketiga Program Kesiapan GCF untuk Meningkatkan Kapasitas Indonesia dalam Mengakses Pendanaan Iklim Internasional



Sejak 2018, Green Climate Fund (GCF) telah membantu Pemerintah Indonesia meningkatkan kapasitasnya dalam mengakses pembiayaan iklim internasional serta mencapai berbagai target iklim.

 

Dukungan ini diberikan melalui Readiness and Preparatory Support Program (Readiness Program/ Program Kesiapan) dengan GGGI sebagai mitra pelaksana. Program Kesiapan ini dapat diakses oleh National Designated Authority (NDA) selaku penghubung utama antara GCF dengan negara. Badan Kebijakan Fiskal, Kementerian Keuangan, selaku NDA di Indonesia mengakses fasilitas hibah ini untuk mendukung berbagai aktivitas peningkatan kapasitas untuk pemangku kepentingan, institusi NDA, serta bantuan teknis lainnya untuk meningkatkan kesiapan Indonesia dalam mengakses pendanaan iklim. Program Kesiapan GCF Fase ke-3 yang rencananya akan berjalan hingga tahun 2025 merupakan program kesiapan multi-tahun pertama Indonesia, masih dengan GGGI sebagai mitra pelaksana program ini.

 

Selama implementasi dari dua fase Program Kesiapan, NDA telah memperkuat kapasitasnya melalui pembentukan Sekretariat NDA, pengembangan instrumen monitoring dan evaluasi, dan pelatihan staf-staf NDA. Pengarusutamaan prinsip gender dan inklusi sosial juga telah dilaksanakan di dalam berbagai program serta pemangku kepentingan. Selain itu, NDA juga telah berhasil mengembangkan pipeline proyek dengan mengidentifikasi ide proyek potensial dan mengadakan matchmaking antara pemilik proyek dan entitas terakreditasi. Sebagai hasil dari kegiatan ini, proyek Korea Development Bank tentang pembiayaan energi efisiensi, bekerja sama dengan ASEAN Centre for Energy, telah disetujui oleh GCF pada pertemuan Dewan ke-34. Dukungan lainnya yang diberikan melalui Program Kesiapan termasuk proses akreditasi entitas nasional.

 

Seiring meningkatnya kesiapan Indonesia untuk mengakses pendanaan GCF dari pelaksanaan program Kesiapan, masih terdapat kesenjangan kapasitas pemangku kepentingan, terutama jika dibandingkan dengan standar global. Untuk mengidentifikasi tantangan yang ada dan kebutuhan dukungan lebih lanjut, NDA telah melakukan Penilaian Kebutuhan Kesiapan yang menjadi dasar bagi pengembangan Program Kesiapan Fase Ketiga.

 

Untuk menjawab tantangan di atas, Program Kesiapan Fase Ketiga mengusung beberapa solusi yang diintegrasikan ke dalam target hasil dan kegiatan. Melalui program ini, NDA bertujuan untuk menyeimbangkan alokasi pendanaan di sektor prioritas dengan memperkuat koordinasi antar pemangku kepentingan, terutama kementerian/lembaga dan focal point pendanaan iklim. NDA juga akan memperkuat pengembangan pipeline proyek untuk sektor-sektor prioritas dengan mendorong pengumpulan proposal oleh entitas terakreditasi nasional, serta membangun kapasitas entitas terakreditasi nasional serta kandidat entitas terakreditasi nasional. Terakhir, untuk mendorong pelibatan sektor swasta, NDA akan mengembangkan berbagai rekomendasi untuk fasilitas pendanaan campuran dan insentif fiskal guna menarik investasi swasta.